Misteri di balik lubang hitam sampai saat ini masih menjadi perbincangan serius di kalangan ahli astronomi modern. Teori mengenai lubang hitam pun sudah sering kali diseminarkan. Fakta-fakta dan bukti pun terus berusaha dikumpulkan oleh astronot yang yang berada di ruang angkasa.
Salah satu orang di dunia ini yang mengajukan tentang teori ini adalah Stephen Hawking. Ia mengajukan teori tentang lubang hitam kepada John Michell and Pierre-Simon Laplace.
John Michell yang seorang tutor dari Cambridge. Menulis makalah dengan judul Philosophical Transaction of The Royal Society of London di tahun 1783. Menjelaskan bahwa sebuah cahaya tidak dapat lolos dari sebuah bintang yang cukup bermassa dan rapat. Hal tersebut dikarenakan bintang yang berkarakteristik seperti itu akan memiliki gravitasi yang sangat kuat.
Dengan adanya gravitasi yang sangat kuat itu, maka setiap kali bintang tersebut berusaha memancarkan cahayanya sendiri. Maka cahaya itu akan tertarik kembali oleh gaya gravitasi yang dimiliki bintang bermassa dan rapat itu sebelum cahaya itu berhasil memancar dengan jauh.
Michell juga mengatakan sesungguhnya di alam semesta ini terdapat banyak bintang dengan karakteristik bermassa dan rapat yang memiliki gravitasi kuat juga. Namun, karena cahayanya yang selalu terserap sendiri oleh bintang itu, maka manusia sangat sulit menemukan bintang-bintang itu. Fenomena bintang bermassa dan rapat serta memiliki gravitasi sangat kuat ini dinamakan dengan lubang hitam.
Lubang Hitam dalam Tata Surya
Ketika Jocelyn Bell yang seorang mahasiswa riset dari Cambridge pada tahun 1967 melakukan riset. Dalam risetnya, ia menemukan sebuah objek langit yang dapat memancarkan denyut gelombang radio yang teratur.
Saat ini juga manusia sudah memiliki bukti yang lebih ilmiah lagi untuk membuktikan adanya sebuah lubang hitam dalam tata surya mau pun di dalam alam semesta. Bukti-bukti itu terdapat dalam sistem Cygnus X-1 dalam dua galaksi yang disebut dengan "awan mangela".
Isi Lubang Hitam
Isi di dalam lubang hitam bukan hanya sebuah bintang yang bermassa dan memiliki gravitasi yang kuat saja. Tetapi juga memiliki kekuatan yang mampu menyedot objek di sekelilingnya untuk masuk dan disedot ke ruang waktu lain. Temuan lubang hitam terbaru diberi nama MCG-6-30-15 yang merupakan bintang yang berputar (spinning), dan menarik ruang waktu di sekeliling lubang hitam tersebut.
Ada sebuah keyakinan bahwasanya disetiap pusat galaksi memiliki bintang hantu raksasa dengan massa jutaan bintang. Atas dasar itu pula, para ahli memperkirakan bahwa sekitar empat milyar tahun lagi. Akan terjadi tabrakan antara galaksi bima sakti dan andromeda dan akan saling menyatu antara masing-masing bintang hantu di dua galaksi itu.
Lubang Hitam Terdekat dari Bumi
Dalam artikel berjudul Lubang Hitam Hawking, Muhammad Natsir Tahar menyebutkan bahwasanya saat ini terdapat lubang hitam yang terdekat dengan bumi. Bintang hantu itu berkode V616 Mon (A0620-00). Berada di rasi bintang Monoceros dan berjarak 3.000 tahun cahaya. Serta bermassa 13 kali matahari.
Apabila manusia terhisap olehnya. Maka manusia tersebut akan mengalami fenomena Spaghettification. Yaitu fenomena dimana manusia yang terhisap tersebut akan menyerupai pasta gigi yang menyeruak dari wadahnya, memanjang, dan meregang.
Lubang Hitam Samudera Atlantik
Ambisiusitas manusia untuk menemukan lubang hitam atau bintang hantu semakin menggila. Bila teori-teori di atas membahas tentang lubang hitam atau bintang hantu di langit. Maka berbeda dengan ahli yang mempercayai bahwa di bumi kita ini juga terdapat sebuah lubang hitam. Tepatnya berada di Samudera Atlantik.
Hal itu dikuatkan juga oleh pendapat para peneliti dari Institut Teknologi Konfederasi Zurich dan Universitas Miami. Mereka berpendapat bahwa di Samudera Atlantik terdapat sebuah pusaran air yang bila dihitung secara matematis memiliki kekuatan sama dengan lubang hitam atau bintang hantu di langit.
Batasan sebenarnya dari pusaran air di Samudera Atlantik yang dianggap sebagai lubang hitamnya bumi ini belum diketahui persis oleh ilmuwan. Mereka juga percaya bahwasanya pusaran di Samudera Atlantik ini mampu memberi pengaruh negatif terhadap pencairan es di laut akibat pemanasan iklim.
Lubang Hitam Menurut Al-Qur'an
Al-Quran yang menjadi kitab suci umat Islam juga telah menjelaskan adanya fenomena bintang hantu. Hal itu sesuai dengan firman Allah di Surat At-Takwir ayat 15-16 yang berbunyi “Falaa Uqsimu Bil Khunas, al Jawaa Ril Kunnas”. Berarti “Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang, yang beredar dan terbenam.”
Secara tersirat, Allah menjelaskan bahwa salah satu cipataanya, yaitu bintang memiliki tiga karakter. Pertama, khunnas (الْخُنَّسِ); yang tersembunyi dan tidak terlihat. Itu sesuai dengan penjelasan ilmuwan yang menyebutkan bahwa bintang hantu tak bisa dilihat karena tak memiliki cahaya.
Kedua, aljawaar (الْجَوَارِ) bergerak cepat dan sangat cepat. Sesuai dengan ciri bintang hantu yang dapat bergerak dengan cepat. Ketiga, al kunnas (الْكُنَّسِ) yang menyapu dan menelan setiap yang ditemuinya. Ini sesuai karakter lubang hitam atau bintang hantu yang dapat menyedot segala objek disekitarnya.
Terakhir, ini adalah sebuah fenomena yang menjadi bukti akan kebesaran kekuasaan Allah. Dengan mempelajari hal ini harapanya iman kita semakin kuat. Serta menjadikan kita hamba yang taat kepada Allah.

